RYGAMES
Tersimpan

Cloudgazer Rilis 3 September, Game Santai yang Cuma Minta Pemain Menatap Awan

Bahasa artikel 3 bahasa tersedia
Ringkasan: Cloudgazer: A Game About Watching Clouds menawarkan sebuah premis yang hampir terdengar seperti lelucon: pemain hanya perlu melihat ke langit dan mencari bentuk
Cloudgazer Rilis 3 September, Game Santai yang Cuma Minta Pemain Menatap Awan - RYGAMES
Bagikan Artikel
X Hatena Slack Chatwork Facebook Telegram LINE Pinterest Threads Reddit Bluesky LinkedIn Tumblr ChatGPT

Cloudgazer Rilis 3 September, Game Santai yang Cuma Minta Pemain Menatap Awan

Cloudgazer: A Game About Watching Clouds menawarkan sebuah premis yang hampir terdengar seperti lelucon: pemain hanya perlu melihat ke langit dan mencari bentuk yang tersembunyi di antara awan. DevilishGames akan merilis simulasi santai tersebut pada 3 September 2026 melalui Steam, iOS, dan Android.

Tidak ada monster untuk dikalahkan, leaderboard yang harus dikejar, atau countdown yang memaksa pemain bergerak cepat. Cloudgazer justru mengambil aktivitas sederhana ketika seseorang melihat awan lalu berkata, “itu kelihatan seperti dinosaurus,” dan menjadikannya inti dari sebuah game lengkap.

Ringkasan Cepat

  • Judul: Cloudgazer: A Game About Watching Clouds
  • Format: game
  • Genre: Casual / Indie / Simulation
  • Konsep: sky-gazing simulator dan hidden-shape discovery
  • Developer: DevilishGames
  • Publisher: DevilishGames
  • Perusahaan: Spherical Pixel S.L.
  • Asal studio: Villena, Spanyol
  • Tanggal rilis: 3 September 2026
  • Platform: Steam, iOS, Android
  • Steam OS: Windows dan macOS
  • iOS: iPhone dan iPad
  • Mode: single-player
  • Tujuan: melihat awan dan menemukan ratusan bentuk tersembunyi
  • Bentuk yang dapat ditemukan: hewan, benda sehari-hari, makhluk mitologi, dan berbagai kejutan
  • Combat: tidak ada
  • Musuh: tidak ada
  • Timer: tidak ada
  • Tekanan permainan: tidak ada batas waktu untuk menyelesaikan aktivitas
  • Sistem awan: simulasi awan natural dan dinamis
  • Variasi langit: setiap sesi dapat menghasilkan susunan langit yang berbeda
  • Siklus waktu: full day-night cycle
  • Pemandangan: sunrise, sunset, starry night, dan perubahan warna langit
  • Konsep psikologis: pareidolia, yaitu kecenderungan melihat bentuk familiar pada pola yang ambigu
  • Steam Achievements: didukung
  • Steam Cloud: didukung
  • Family Sharing: didukung
  • Bahasa Steam: 7 bahasa
  • Bahasa: English, French, German, Spanish - Spain, Japanese, Portuguese - Portugal, Simplified Chinese
  • Bahasa Indonesia: belum didukung
  • Google Play rating: 3+
  • App Store rating: 4+
  • Minimum Windows: Windows 10 64-bit
  • Minimum processor: Intel Core i5
  • Minimum RAM: 8 GB
  • Minimum graphics: 2 GB
  • Minimum storage: 1 GB
  • Minimum macOS: macOS 11, Intel Core i5, RAM 8 GB, graphics 2 GB, storage 1 GB
  • Ukuran App Store sebelum rilis: 321,3 MB
  • iOS minimum: iOS 15.0
  • Developer tidak mengumpulkan data: dicantumkan pada listing Google Play dan App Store
  • Status saat ini: belum dirilis, Steam wishlist dan mobile store listing sudah tersedia

Trailer, Steam, Google Play, dan Tampilan Gameplay

Google Play Cloudgazer Google Play • buka sumber asli
Google Play
Game Aplikasi Buku
Cloudgazer
Cloudgazer
DevilishGames
Google Play • ANDROID
Tanpa data ulasan
Game Casual Kategori
Android com.devilishgames.cloudgazer
A Game About Watching Clouds
Key Art Cloudgazer: A Game About Watching Clouds
Key Art Cloudgazer: A Game About Watching Clouds© Visual assets belong to their respective owners. Used for editorial purposes.
Advertisement
Screenshot gameplay Cloudgazer: A Game About Watching Clouds dari Steam© Visual assets belong to their respective owners. Used for editorial purposes.

Cara Mainnya Benar-Benar Cuma Menatap Awan

Cloudgazer tidak menyembunyikan kesederhanaan konsepnya. Pemain memandang langit dan mencoba menemukan bentuk-bentuk tersembunyi yang muncul dari formasi awan.

DevilishGames menggunakan contoh yang sangat mudah dikenali: jika pernah melihat awan dan merasa bentuknya menyerupai dinosaurus, pemain pada dasarnya sudah memahami cara bermain.

Sponsored

Ratusan bentuk disiapkan untuk ditemukan. Kategorinya tidak terbatas pada hewan, tetapi juga benda sehari-hari, makhluk mitologi, serta berbagai bentuk kejutan lainnya.

Permainan tersebut berhubungan langsung dengan pareidolia, fenomena ketika otak mengenali pola atau figur familiar pada sesuatu yang sebenarnya ambigu. Cloudgazer menjadikan kecenderungan tersebut sebagai aktivitas utama alih-alih sekadar efek visual.

Tidak ada keharusan menemukan semuanya dalam satu sesi. Pemain bebas mengamati langit dan menentukan sendiri seberapa lama ingin bertahan.

Advertisement

Tidak Ada Musuh, Timer, atau Ledakan

Kalimat promosi DevilishGames untuk Cloudgazer cukup jelas: tidak ada musuh dan tidak ada ledakan.

Game juga tidak menggunakan timer yang memaksa pemain menemukan bentuk sebelum waktu habis. Fokusnya memang berada pada pengalaman tanpa tekanan.

Pendekatan ini membuat Cloudgazer lebih dekat dengan permainan cozy dan aktivitas observasi dibanding simulation game yang penuh objective maupun resource management.

Pemain tetap mempunyai sesuatu untuk dicari—ratusan hidden shapes—tetapi proses menemukannya dibuat tanpa hukuman karena terlalu lambat.

Dengan demikian, kegagalan praktis hampir tidak menjadi bagian dari desain utama. Jika suatu bentuk terlewat bersama awan yang bergerak, pemain masih dapat terus menikmati langit dan mencari yang berikutnya.

Awan Bergerak Dinamis dan Langit Tidak Selalu Sama

Agar aktivitas sederhana tersebut tidak terasa seperti melihat sebuah gambar statis, DevilishGames menggunakan natural cloud simulation.

Awan bergerak dan berubah secara dinamis sehingga susunan langit tidak selalu identik setiap kali dimainkan.

Sistem tersebut dipadukan dengan full day-night cycle. Pemandangan dapat bergerak dari matahari terbit menuju siang, sunset, hingga malam dengan langit berbintang.

Perubahan waktu juga berarti warna dan suasana langit ikut berganti. Satu sesi dapat terasa terang dan hangat, sementara sesi lainnya membawa pemain menuju suasana malam yang lebih tenang.

Cloudgazer tidak mencoba menggantikan pengalaman melihat langit asli. Developer bahkan bercanda bahwa awan sungguhan tetap mempunyai “grafis” terbaik. Game ini lebih diposisikan sebagai alternatif ketika cuaca tidak mendukung, jendela menghadap bangunan lain, pemain tidak bisa keluar, atau sekadar ingin melihat langit dari sofa.

Rilis Bersamaan di Steam, iOS, dan Android

Cloudgazer direncanakan hadir serentak pada 3 September 2026 melalui tiga storefront utama: Steam, App Store, dan Google Play.

Versi Steam mencantumkan dukungan untuk Windows serta macOS. Fitur store yang sudah dikonfirmasi mencakup single-player, Steam Achievements, Steam Cloud, dan Family Sharing.

Untuk perangkat Apple, listing App Store menyebut game dirancang untuk iPhone dan iPad dengan minimum iOS/iPadOS 15.0.

Perangkat Mac berbasis Apple Silicon juga dapat menjalankan aplikasi iOS tersebut menurut compatibility listing App Store, meskipun Apple menandainya belum diverifikasi khusus untuk macOS.

Versi Android sudah mempunyai halaman Google Play dan dapat dimasukkan ke wishlist sebelum rilis.

Tujuh Bahasa Termasuk Japanese, Belum Ada Bahasa Indonesia

Steam saat ini mencantumkan tujuh bahasa untuk interface dan subtitle.

Daftarnya terdiri dari English, French, German, Spanish - Spain, Japanese, Portuguese - Portugal, dan Simplified Chinese.

Tidak ada full voice yang dicantumkan, sesuai dengan bentuk permainan yang lebih mengandalkan visual dan observasi.

Bahasa Indonesia belum termasuk dalam daftar pada saat artikel ini disusun.

Untuk PC, requirement minimum juga relatif sederhana dari sisi storage. Versi Windows memerlukan Windows 10 64-bit, Intel Core i5, RAM 8 GB, graphics memory 2 GB, serta 1 GB ruang kosong.

Requirement macOS yang ditampilkan Steam juga meminta RAM 8 GB dan storage 1 GB.

Developer Sudah Membuat Lebih dari 150 Game

Cloudgazer dikembangkan dan diterbitkan oleh DevilishGames, brand milik Spherical Pixel S.L. yang berbasis di Villena, Spanyol.

Studio tersebut menyebut telah berkecimpung dalam pengembangan game selama lebih dari 25 tahun, dengan lebih dari 150 judul yang dikembangkan atau dirilis dan total jangkauan lebih dari 100 juta pemain di seluruh dunia.

Portofolionya mencakup proyek indie sekaligus pekerjaan game untuk klien melalui sisi agency perusahaan.

Beberapa judul DevilishGames sebelumnya termasuk Path to Mnemosyne, Onirike, King Lucas, Minabo – A walk through life, serta proyek terbaru seperti Cutout Village dan You Are Family.

Cloudgazer memperlihatkan sisi eksperimental studio tersebut lewat sebuah game yang sengaja mengurangi hampir seluruh mekanik tradisional dan mempertahankan hanya satu aktivitas: melihat ke atas.

Kenapa Ini Menarik?

1) Aktivitas sehari-hari dijadikan keseluruhan game

Menemukan bentuk pada awan biasanya hanya berlangsung beberapa detik ketika seseorang sedang melihat langit. Cloudgazer membangun seluruh loop permainan dari aktivitas tersebut.

2) Hidden-object tanpa ruangan yang penuh benda

Alih-alih mencari objek kecil di antara ratusan item pada gambar statis, bentuk yang dicari berada pada awan yang bergerak dan berubah.

3) Tidak mencoba menciptakan tekanan buatan

Tidak ada timer, musuh, atau punishment karena bergerak terlalu lambat. Pemain menentukan sendiri ritme permainan.

4) Perubahan waktu membuat aktivitas sederhana tetap bergerak

Sunrise, sunset, malam berbintang, dan simulasi awan dinamis memberi variasi visual meskipun dasar interaksinya sangat minimalis.

Info Game

Untuk saat ini, informasi penting tambahan yang diketahui adalah:

  • Cloudgazer dikembangkan dan diterbitkan oleh DevilishGames
  • rilis dijadwalkan pada 3 September 2026
  • game akan hadir melalui Steam, iOS, dan Android
  • versi Steam mendukung Windows dan macOS
  • gameplay berfokus pada menemukan ratusan bentuk pada awan
  • bentuk mencakup hewan, objek sehari-hari, makhluk mitologi, dan kejutan lain
  • tidak ada musuh
  • tidak ada timer
  • tidak ada sistem combat yang diumumkan
  • natural cloud simulation membuat langit berubah secara dinamis
  • full day-night cycle mencakup sunrise, sunset, dan starry night
  • game secara eksplisit menggunakan konsep pareidolia sebagai bagian dari pengalaman
  • Steam mencantumkan single-player
  • Steam Achievements didukung
  • Steam Cloud didukung
  • Family Sharing didukung
  • tujuh bahasa tersedia pada Steam
  • Japanese termasuk dalam daftar bahasa
  • Bahasa Indonesia belum didukung
  • minimum Windows RAM adalah 8 GB
  • storage minimum Steam hanya 1 GB
  • Google Play mencantumkan rating 3+
  • App Store mencantumkan rating 4+
  • App Store menyebut ukuran aplikasi 321,3 MB sebelum peluncuran
  • Google Play menyatakan developer tidak mengumpulkan maupun membagikan data
  • App Store juga mencantumkan Data Not Collected
  • game dapat dimasukkan ke wishlist melalui Steam Cloudgazer
  • pengguna Android dapat membuka Cloudgazer di Google Play
  • pengguna iPhone dan iPad dapat membuka Cloudgazer di App Store
  • informasi resmi tersedia melalui DevilishGames
  • launch trailer tersedia melalui YouTube DevilishGames

Penutup

Cloudgazer: A Game About Watching Clouds mengambil konsep yang nyaris tidak membutuhkan tutorial: lihat ke atas, perhatikan awan, lalu tentukan apa yang terlihat oleh imajinasi. Ratusan bentuk tersembunyi memberikan sesuatu untuk dicari, tetapi game tidak menghukum pemain karena ingin berhenti dan sekadar menikmati langit.

Game dijadwalkan rilis pada 3 September 2026 melalui Steam, iOS, dan Android. Versi Steam sudah membuka wishlist dengan dukungan tujuh bahasa, sementara Google Play dan App Store juga telah menampilkan halaman mobile sebelum peluncuran.

Reaksi artikel

Baca Juga