RYGAMES
Tersimpan

MONOPHOBIA Gandeng Teren Mikami dan Wata, Demo Chapter 1 Hadir di TGS 2026

Bahasa artikel 3 bahasa tersedia
Ringkasan: MONOPHOBIA mendapat perkembangan besar menjelang Tokyo Game Show 2026. Shochiku Games mengumumkan keterlibatannya dalam publishing game buatan Dendrobium, sementara
MONOPHOBIA Gandeng Teren Mikami dan Wata, Demo Chapter 1 Hadir di TGS 2026 - RYGAMES
Bagikan Artikel
X Hatena Slack Chatwork Facebook Telegram LINE Pinterest Threads Reddit Bluesky LinkedIn Tumblr ChatGPT

MONOPHOBIA Gandeng Teren Mikami dan Wata, Demo Chapter 1 Hadir di TGS 2026

MONOPHOBIA mendapat perkembangan besar menjelang Tokyo Game Show 2026. Shochiku Games mengumumkan keterlibatannya dalam publishing game buatan Dendrobium, sementara Steam kini mencantumkan Candidum Games dan Shochiku sebagai publisher. Bersamaan dengan itu, demo story terbaru yang memuat Chapter 1 dalam kondisi masih dikembangkan akan dipamerkan pada TGS 2026.

Pengumuman 8 September juga mengungkap dua kreator yang akan membentuk identitas cerita dan visual game. Teren Mikami, penulis yang dikenal melalui There's No Freaking Way I'll be Your Lover! Unless... dan Link! Like! Love Live!, menangani game scenario. Sementara itu, ilustrator Wata (緜)—yang antara lain mendesain Hyakumantenbara Salome—bertanggung jawab atas character design dan main visual.

Ringkasan Cepat

  • Judul: MONOPHOBIA
  • Genre resmi: 2.5D urban legend suspense adventure
  • Format gameplay: side-scrolling adventure
  • Developer: Dendrobium
  • Publisher: Candidum Games
  • Publisher terbaru: Shochiku
  • Platform: PC / Steam
  • Status rilis: Coming Soon
  • Tanggal rilis spesifik: belum diumumkan
  • Harga: belum diumumkan
  • Jumlah pemain: 1
  • Pengumuman terbaru: 8 September 2026
  • Event: Tokyo Game Show 2026
  • Periode TGS: 17–21 September 2026
  • Lokasi TGS: Makuhari Messe
  • Booth demo: Shochiku Games
  • Demo: Chapter 1 / opening story
  • Status build demo: masih dalam pengembangan
  • Status pengungkapan demo: pertama kali diperlihatkan untuk dimainkan
  • Game scenario: Teren Mikami
  • Nama Jepang: みかみてれん
  • Character design: Wata
  • Nama Jepang ilustrator: 緜
  • Main visual: Wata
  • Developer team: Dendrobium
  • Dendrobium didirikan: 2022
  • Posisi proyek bagi Dendrobium: proyek pertama yang dikembangkan secara independen
  • Protagonis utama: Konoka Kirihara
  • Nama Jepang: 切原古乃華
  • Protagonis utama: Shino Nakano
  • Nama Jepang: 中野篠
  • Konoka: gadis misterius yang tidak memiliki “masa lalu”
  • Shino: classmate bergaya gyaru dengan kemampuan spiritual
  • Premis: dua gadis menyelidiki fenomena supernatural di kota modern
  • Mekanisme investigasi: logic
  • Mekanisme investigasi: special abilities
  • Sistem petunjuk: Journal
  • Visual: 2.5D side-scrolling
  • Inspirasi visual: adventure game era 32-bit / fifth-generation
  • Teknologi visual: modern lighting
  • Elemen: puzzle solving
  • Elemen: detective work
  • Elemen: urban legends
  • Elemen: light psychological horror
  • Japanese character voices: direncanakan
  • Voice cast: belum diumumkan
  • Bahasa yang direncanakan: Jepang
  • Bahasa yang direncanakan: Inggris
  • Bahasa yang direncanakan: Simplified Chinese
  • Bahasa yang direncanakan: Traditional Chinese
  • Bahasa yang direncanakan: Korea
  • Bahasa Indonesia: belum didukung
  • Status Steam: dapat dimasukkan ke wishlist

MONOPHOBIA di TGS 2026 dan Steam

Main Visual MONOPHOBIA
Main Visual MONOPHOBIA© Visual assets belong to their respective owners. Used for editorial purposes.
Screenshot gameplay MONOPHOBIA dari Steam© Visual assets belong to their respective owners. Used for editorial purposes.

Shochiku Games Ikut Menangani Publishing

Pengumuman terbesar kali ini adalah masuknya Shochiku Games ke sisi publishing MONOPHOBIA.

Saat Steam page pertama kali diperkenalkan pada Maret 2026, nama publisher yang tampil adalah Candidum Games. Setelah pengumuman 8 September, halaman Steam telah diperbarui dan kini mencantumkan Candidum Games serta Shochiku.

Shochiku Games juga membuka halaman resmi khusus MONOPHOBIA dan akan membawa game tersebut ke booth mereka pada Tokyo Game Show 2026.

Bagi Dendrobium, kolaborasi ini datang pada proyek yang mereka sebut sebagai tantangan pertama untuk mengembangkan game secara independen. Tim tersebut didirikan pada 2022 dan berisi kreator dari berbagai negara, termasuk anggota dengan pengalaman di industri game.

Advertisement

Keterlibatan publisher tambahan tidak mengubah status rilis yang tersedia saat ini: MONOPHOBIA masih tercantum sebagai Coming Soon, tanpa tanggal peluncuran maupun harga spesifik.

Chapter 1 Bisa Dicoba di Tokyo Game Show 2026

MONOPHOBIA akan dipamerkan selama Tokyo Game Show 2026, yang berlangsung lima hari dari 17 sampai 21 September di Makuhari Messe.

Dua hari pertama, 17–18 September, merupakan Business Days. General public days berlangsung pada 19–21 September.

Melalui posting resmi, MONOPHOBIA menjelaskan bahwa build yang dipamerkan berisi Chapter 1 yang masih dalam pengembangan. Press release Shochiku menggambarkannya sebagai story demo yang memungkinkan pemain menikmati bagian opening.

Demo tersebut menjadi kesempatan pertama untuk mencoba langsung cerita awal game dengan visual pixel-art 2.5D yang selama ini baru diperlihatkan lewat screenshot serta halaman Steam.

Pengumuman yang sama juga menyebut Japanese character voices akan diimplementasikan. Steam sekarang sudah mencantumkan Japanese full audio sebagai dukungan bahasa, tetapi nama voice actor untuk Konoka, Shino, maupun karakter lain belum diumumkan.

Teren Mikami Menulis Kisah Dua Gadis dan “Emosi Besar”

Sisi cerita MONOPHOBIA kini punya nama besar yang jelas: Teren Mikami menjadi penulis game scenario.

Mikami dikenal sebagai penulis Watashi ga Koibito ni Nareru Wake Nai jan, Muri Muri! (Muri janakatta!?) atau There's No Freaking Way I'll be Your Lover! Unless..., serta terlibat dalam main scenario Link! Like! Love Live!.

Dalam pesan yang menyertai pengumuman, Mikami menggambarkan dirinya sebagai seseorang yang sehari-hari menulis tentang “emosi besar para gadis”. Ia juga menjelaskan bahwa dirinya diminta secara langsung untuk menangani scenario MONOPHOBIA.

Konteks tersebut terasa sejalan dengan fokus game pada hubungan dua protagonis perempuan.

Advertisement

MONOPHOBIA tidak hanya membangun misteri mengenai urban legend. Developer menekankan adanya hubungan emosional yang semakin dalam dan “irreversible bond” antara kedua gadis, sehingga misteri supernatural dan drama hubungan mereka diposisikan sebagai dua bagian yang sama penting.

Wata Mendesain Konoka dan Shino

Identitas visual karakter ditangani oleh ilustrator Wata (緜).

Wata memiliki portofolio mulai dari ilustrasi light novel, character design game, artwork untuk media sosial, hingga desain VTuber. Salah satu karya paling dikenal adalah desain karakter Hyakumantenbara Salome dari NIJISANJI.

Untuk MONOPHOBIA, Wata menangani character design dan main visual.

Dua karakter utama yang sejauh ini diperkenalkan adalah Konoka Kirihara dan Shino Nakano.

Konoka digambarkan sebagai gadis dengan aura misterius yang, secara aneh, tidak memiliki “masa lalu”. Shino adalah classmate berpenampilan gyaru dengan senyum cerah dan kemampuan spiritual.

Kontras tersebut menjadi fondasi buddy dynamic game: satu karakter membawa misteri mengenai identitasnya sendiri, sementara yang lain memiliki kemampuan yang sangat relevan ketika keduanya mulai menyelidiki fenomena aneh di kota.

Logic, Ability, dan Journal Menjadi Inti Investigasi

MONOPHOBIA bukan game yang hanya meminta pemain berjalan mengikuti dialog.

Advertisement

Steam dan halaman resmi Shochiku menjelaskan bahwa investigasinya dibangun di atas logic dan special abilities.

Pemain menjelajahi area side-scrolling, mengumpulkan clues, lalu menggunakan Journal untuk menghubungkan informasi yang ditemukan secara logis.

Kemampuan masing-masing karakter juga menjadi bagian dari proses investigasi, sehingga dua protagonis bukan sekadar variasi visual dari karakter yang sama.

Struktur tersebut diarahkan pada puzzle solving dan detective work. Setiap kasus supernatural perlu dibaca melalui petunjuk yang dikumpulkan, hubungan antar-informasi, serta kemampuan yang dimiliki karakter.

Dengan kata lain, tema “buddy” juga diterapkan pada sistem investigasi: perbedaan kedua gadis menjadi alat untuk mendekati misteri dari sisi yang berbeda.

Dunia 32-Bit Direkonstruksi dengan Lighting Modern

MONOPHOBIA memakai gaya yang sengaja mengambil inspirasi dari classic adventure games era 32-bit atau fifth-generation console.

Namun, developer tidak mencoba mereplikasi visual lama secara mentah.

Pixel-art dan tampilan retro digabungkan dengan lighting serta rendering modern untuk menciptakan ruang 2.5D yang memiliki kedalaman.

Advertisement

Hasilnya adalah kota modern yang tampak nostalgik tetapi terasa tidak sepenuhnya nyaman. Area perkotaan biasa menjadi tempat munculnya supernatural phenomena, sementara pencahayaan dan perspektif dimanfaatkan untuk membuat sesuatu yang familier perlahan terasa asing.

Pendekatan tersebut juga cocok dengan psychological horror yang dipakai game.

Steam secara spesifik memperingatkan adanya disturbing imagery, scenes of violence, dan murder, tetapi game masih dideskripsikan memiliki “light psychological horror” dibanding menjadi survival horror murni.

Misteri Terbesarnya Bisa Jadi Bukan Urban Legend

Developer Dendrobium memberi petunjuk bahwa pertanyaan inti MONOPHOBIA kemungkinan tidak berhenti pada “apa sebenarnya monster atau urban legend ini?”

Dalam komentarnya, tim berbicara mengenai orang yang justru kehilangan pemahaman tentang apa yang benar-benar mereka inginkan ketika berusaha mendapatkan sesuatu yang mereka pikir mereka inginkan.

Karakter-karakter MONOPHOBIA berulang kali harus bertanya kepada diri sendiri: apa yang sebenarnya mereka inginkan?

Developer meminta pemain memperhatikan tidak hanya pilihan terakhir mereka, tetapi juga keraguan dan perubahan emosi yang membawa mereka ke pilihan tersebut.

Itu memberi indikasi bahwa investigasi supernatural akan berjalan berdampingan dengan misteri personal, terutama mengenai masa lalu Konoka dan hubungan yang terbentuk antara dirinya dengan Shino.

Kenapa Ini Menarik?

1) Tim kreatornya selaras dengan fokus cerita

Teren Mikami dikenal kuat dalam menulis hubungan emosional antar-gadis, sementara Wata memiliki identitas visual karakter yang sangat mudah dikenali. Keduanya masuk ke game yang memang berpusat pada buddy drama dua protagonis perempuan.

2) TGS menawarkan kesempatan pertama mencoba opening

Informasi MONOPHOBIA sebelumnya lebih banyak datang dari Steam dan screenshot. Chapter 1 di TGS menjadi kesempatan pertama melihat bagaimana puzzle, dialog, ability, dan investigation benar-benar bekerja bersama.

3) Gaya retronya tidak hanya meniru game lama

Inspirasi fifth-generation digunakan sebagai fondasi, tetapi modern lighting dan ruang 2.5D membuatnya lebih dekat pada reinterpretasi daripada nostalgia murni.

Advertisement

4) Misteri dan hubungan karakter dibangun sebagai satu kesatuan

Game tidak memisahkan kasus supernatural dari drama dua protagonis. Penyelidikan urban legend justru menjadi cara untuk mengembangkan hubungan serta mengungkap persoalan personal mereka.

Info Game

Untuk saat ini, informasi penting tambahan yang diketahui adalah:

  • MONOPHOBIA dikembangkan oleh Dendrobium
  • Dendrobium berdiri pada 2022
  • anggota tim berasal dari berbagai negara
  • sejumlah anggotanya memiliki pengalaman di industri game
  • MONOPHOBIA merupakan proyek independent development pertama Dendrobium
  • Candidum Games menjadi publisher sejak Steam page diperkenalkan
  • Shochiku kini juga tercantum sebagai publisher
  • Shochiku Games mengumumkan keterlibatannya pada 8 September 2026
  • pengumuman tersebut juga mengonfirmasi partisipasi TGS 2026
  • demo TGS memuat Chapter 1 dalam kondisi masih dikembangkan
  • Shochiku menyebut demo tersebut sebagai opening story demo
  • karakter utama pertama adalah Konoka Kirihara
  • nama Jepangnya 切原古乃華
  • karakter utama kedua adalah Shino Nakano
  • nama Jepangnya 中野篠
  • Konoka tidak memiliki catatan “masa lalu” yang jelas
  • Shino merupakan classmate dengan kemampuan spiritual
  • dua karakter memiliki kepribadian yang kontras
  • hubungan mereka menjadi salah satu inti narasi
  • urban legends menjadi salah satu pusat misteri
  • investigasi memakai logic dan special abilities
  • clue dapat disusun melalui Journal
  • eksplorasi menggunakan perspektif side-scrolling 2.5D
  • visual terinspirasi adventure game era fifth-generation
  • modern lighting digunakan bersama pixel-style visuals
  • game memiliki psychological horror elements
  • Steam menyebut disturbing imagery
  • Steam menyebut scenes of violence
  • Steam menyebut murder
  • single-player didukung
  • Steam Achievements direncanakan
  • Steam Cloud tercantum
  • Steam Stats tercantum
  • Family Sharing tercantum
  • Japanese interface didukung
  • Japanese subtitles didukung
  • Japanese full audio tercantum di Steam
  • English interface dan subtitles didukung
  • Korean interface dan subtitles didukung
  • Simplified Chinese interface dan subtitles didukung
  • Traditional Chinese interface dan subtitles didukung
  • Bahasa Indonesia belum tercantum
  • sistem minimum menggunakan Windows 10 64-bit
  • minimum RAM adalah 8 GB
  • GPU minimum membutuhkan dukungan DirectX 12
  • storage yang dicantumkan adalah 16 GB
  • recommended RAM adalah 16 GB
  • recommended GPU yang dicantumkan adalah GeForce RTX 2060
  • recommended CPU mencantumkan Intel Core i5-14600KF atau AMD Ryzen 7 7700
  • tanggal rilis spesifik belum diumumkan
  • harga belum diumumkan
  • voice cast Jepang belum diumumkan
  • platform selain Steam belum diumumkan
  • informasi resmi tersedia melalui MONOPHOBIA Official Website
  • update resmi tersedia melalui MONOPHOBIA Official X
  • pengumuman TGS tersedia melalui MONOPHOBIA Official X Post
  • PC version tersedia untuk wishlist melalui MONOPHOBIA on Steam
  • jadwal event tersedia melalui Tokyo Game Show 2026 Official Website

Penutup

MONOPHOBIA memasuki fase baru dengan Shochiku Games ikut menangani publishing, sekaligus membawa Chapter 1 ke Tokyo Game Show 2026. Keterlibatan Teren Mikami pada scenario dan Wata pada character design juga memperjelas bahwa hubungan Konoka dan Shino akan menjadi komponen besar, bukan sekadar latar bagi misteri urban legend.

Game ini masih berstatus Coming Soon di Steam. Tanggal rilis, harga, voice cast Jepang, serta kemungkinan platform lain belum diumumkan, sementara build story terbaru dapat dicoba lebih dulu di booth Shochiku Games selama TGS 2026.

Reaksi artikel

Baca Juga